Informasi Prodi Arsitektur Universitas Medan Area

Informasi Prodi Arsitektur Universitas Medan Area




Pada tanggal 10 – 12 Juli 2023 telah dilaksanakan Pelatihan Audit Mutu Internal Bersertifikasi Kompetensi yang dilaksanakan di Kampus I Universitas Medan Area. Pelatihan ini diikuti oleh Direktur Pasca Sarjana, para Dekan Fakultas, para Ketua Prodi dan Sekretaris Prodi, para Kepala Bidang, para GKM Prodi dan para Calon Auditor.

Peserta pelatihan
Narasumber kegiatan ini adalah Dr. Drs. Wonny Ahmad Ridwan, SE, MM yang merupakan Kepala Kantor Audit Mutu Internal IPB University.
Pada pelatihan ini, selain penyampaian materi juga terdapat praktik mengisi laporan evaluasi diri dan praktik visitasi.

Praktik visitasi

Foto bersama narasumber

Street furniture merupakan salah satu unsur ornamen dan dekorasi kota yang paling penting, namun sepertinya sering tidak menjadi prioritas bagi para perancang kota (Moughtin, et al., 1999). Kualitas visual ruang kota, selain dibentuk oleh fasade bangunan, juga dapat dihasilkan dari elemen-elemen street furniture yang ada di kota tersebut. Apa sajakah yang termasuk ke dalam kategori street furniture?
Harris dan Dines (1988) mendefinisikan street furniture sebagai semua elemen yang ditempatkan secara kolektif pada suatu lansekap jalan untuk kenyamanan, kesenangan, informasi, kontrol sirkulasi, perlindungan dan kenikmatan pengguna jalan. Sedangkan menurut Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Bina Marga (1995), street furniture adalah segala bentuk kelengkapan jalan dan terletak di atas tanah dengan tujuan pengadaannya adalah untuk mencapai fungsi jalan secara optimum (dalam arti aman, nyaman dan indah).
Rubenstein (1992) menyatakan bahwa street furniture merupakan elemen dari jalur pejalan kaki dan membaginya atas:
Elemen-elemen street furniture tersebut, jika perencanaan dan perancangannya dilakukan dengan mempertimbangkan elemen lingkungan sekitar agar menyatu sebagai sebuah komposisi yang menarik, akan dapat meningkatkan kualitas wajah kota (Winandari, 2010). Untuk itu, Carmona (2003) dalam Winandari (2010) menyatakan bahwa dalam menciptakan komposisi street furniture yang menarik, ada 6 (enam) prinsip yang harus dipertimbangkan, yaitu:
Perancangan street furniture tidak hanya harus mementingkan aspek fungsi, namun juga nilai visualnya. Jika perancangan street furniture mampu menghasilkan fungsi dan visual yang baik, maka akan dapat meningkatkan pengalaman ruang kota sehingga warga kota tersebut dapat menikmati ruang kota dengan nyaman dan menyenangkan.
Pustaka:
Harris, C.W; Dines, N.T. 1988. Time Saver Standard for Landscape Architecture. Mc Graw Hill Book Co: New York.
Mourthe, Claudia R; De Menezes, Joao Bezerra. 2000. Ergonomics Methodology for Comparative Study of Street Furniture in Differrent Cities. Proceedings of the IEA 2000/HFES 2000 Congress.
Moughtin, Cliff; Oc, Taner; Tiesdell, Steven. 1999. Urban Design: Ornament and Decoration. Second Edition. Architectural Press: Oxford.
Winandari, Maria Immaculata Ririk. 2010. Karakter Arsitektur Kota: Metode Pencarian Identitas Kota. Penerbit Universitas Trisakti: Jakarta.
Rubenstein, Harvey M. 1992. Pedestrian Malls, Streetscapes and Urban Spaces. John Wiley & Sons, Inc : New York.
Welcome to BLOG UMA Networks. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!